Iklan


Pernah nggak sih? Lihat video tutorial di Youtube atau Instagram tentang tutorial menggambar digital? Rasanya... Aplikasi nya sama, tapi kok brush mereka bisa bagus dan halus gitu. Ada juga brush yang serasa ada tekstur seperti cat air atau akrilik di dunia nyata.

Kita kadang mengikuti tutorial mereka dengan cermat, tapi saat mewarnai kok brushnya membuat hasil yang kita buat menjadi berbeda. 


Ternyata, seniman atau kreator yang kamu lihat itu mempunya brush yang settingannya khusus dan bisa jadi mereka custom sendiri sehingga cocok dengan style mereka. Sementara kita pada umumnya hanya menggunakan settingan bawaan dari aplikasi tersebut.

Brush yang kamu setting sendiri nantinya bisa membuat bentuk, tekstur, opacity dan blending yang baru dibandingkan setting brush bawaan softwarenya.

Lah.. Kalau ubah opacity mah saya juga tau min! Mungkin kamu akan mengatakan hal tersebut saat membaca artikel ini. Namun kenyataannya, banyak dari kita yang belum memahami cara mengatur brush selain opacity atau ukuran size nya.


Gambar diatas adalah seluruh brush admin uji coba di Paint Tool SAI dan totalnya adalah 56 brush. Gambar dibawah ini adalah keseluruhan brush yang sudah di setting dan admin simpan di Paint Tool Sai.



Kenapa setting brush penting? Menurut admin brush yang disesusaikan dengan selera kita dan mempunyai ciri khas akan mempunyai nilai tersendiri saat dibandingkan dengan karya orang lain. Sehingga ketika orang lain melihat gambar kita di suatu tempat, mereka akan langsung menyadari bahwa kita adalah pembuatnya hanya dari gambar yang mereka lihat saja.

Baca Juga: Tips dan Trik Membuat Fanart Anime atau Idol Kpop

Lalu apa yang perlu diperhatikan agar kita dapat membuat brush kita sendiri di Paint Tool SAI? Ada beberapa hal yang admin rasa penting untuk kamu ingat dan terapkan saat kamu mengatur brush mu.

1.  Shape, Size, Min Size dan Density

Agar postingan tidak terlalu panjang, admin akan merangkum sebaik mungkin dan menggabungkan beberapa pilihan untuk setting brush.

a. Shape ini mengatur bentuk brush kamu dari yang paling pekat pinggirannya hingga yang paling tampak kabur atau halus.

b. Size untuk mengatur ukuran besar kecilnya brush kamu.

c. Min Size juga dapat kamu sesuaikan untuk ukuran brush kamu yang tampak saat brush digerakkan.

d. Density yaitu tingkat ketebalan dari tinta brush tersebut. Jadi jika kamu turunkan maka akan semakin tampak berkurang pula warna yang dihasilkan brush tersebut.



2. Brush Shape dan Brush Texture

Nah... Kamu pernah nggak coba mengubah setting ini. Biasanya kita cenderung mengabaikan fungsi ini. Padahal fungsi ini sangat penting untuk bentuk dari brush kita dan juga teksturnya. Kalau kamu ingin membuat brush seperti watercolor, akrilik, painting dan lain-lain, maka kamu harus mengklik (simple circle). Sedangkan untuk mengubah tekstur brush seperti lebih kasar atau berbintik dan lain-lain, klik pada (no texture) dan pilih yang sesuai dengan keinginanmu.




Gambar dibawah ini adalah contoh saat admin tidak menggunakan brush shape dan brush tekstur.


Pada gambar dibawah ini, admin tambahkan brush shape dengan nama GRUNGE dengan skala 50 dan brush yang awalnya tampak biasa saja, menjadi berubah seakan ada bercak di brush tersebut.


Dan saat admin tambahkan texture dengan nama Paper, otomatis brushnya juga tampak bertekstur seakan kita benar-benar menggambar di atas kertas secara tradisional.



3. Additional Settings

Tanda dengan icon + yang tampak tidak penting ini juga sangat berguna untuk membentuk brush yang baik. Quality, Edgy Hardness, Min Density, Max Density Pressure, Hard <-> Soft juga berperan penting untuk menciptakan brush yang khas atau mungkin tampak nyata.



Selain Hal di atas, ada 4 efek lain yang dapat kamu ceklis untuk memberikan efek pada brush kamu yang terdiri dari pressure, density, size dan Blend.



Mungkin hanya itu  saja dasar yang admin bagikan ilmu nya pada kali ini. Kamu bisa mencoba sendiri untuk melihat perbedaan dari setiap pilihan yang ada. Kalau kamu tertarik, mungkin admin akan memberikan rincian dari setting 56 brush yang telah admin simpan di postingan berikutnya.


Kalau kamu tertarik, kamu dapat membalasnya di kolom komentar. Atau ada hal lain yang ingin kamu tanya atau sarankan? Jangan ragu untuk berdiskusi di blog ini ya.

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Di Bawah Ini

Lebih baru Lebih lama

Advertisement

Advertisement